sponsor

sponsor

PT. Assiry Group atau Assiry Art adalah Kontraktor Kubah GRC dan Menara GRC yang sudah pengalaman di bidang ini. Kami melayani jasa kaligrafi kubah, Kaligrafi kuningan plat, kaligrafi ukir juga berbagai order panel GRC custom dan produk ornament GRC, Kubah GRC, Menara GRC dan lainnya di berbagai kota besar di seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Padang, Binjai, Medan, Lubuklinggau, Palembang, Bukittinggi, Batam, Riau, Pekanbaru, Bangka, Belitung, Jambi, Bandar Lampung, Jakarta, Bogor, Tangerang, Cirebon, Banten, Bandung, Semarang, Jepara, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Tuban, Mojokerto, Malang, Jombang, Kediri, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, Madiun, Pacitan, Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Bali, Mataram, Pontianak, Entikong, Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya, Tarakan, Samarinda, Manado, Makasar, Gorontalo, Mamuju, Palu, Kendari, Kupang, Ambon, Jayapura dan sebagainya.

Cari Blog Ini

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Assiry Group dalam Video

Artikel

GRC Assiry Group

Kaligrafi Kubah

Kaligrafi Masjid

Pesantren Kaligrafi PSKQ

Batik Kaligrafi

Assiry Group dalam Liputan
» » Seniman Kaligrafi Kudus Rintis Pembuatan Batik Kaligrafi

Kesenian kaligrafi di Kabupaten Kudus terus berkembang. Salah satu seniman kaligrafi yang berasal dari Desa Undaan Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus tengah mengembangkan pembuatan batik kaligrafi kontemporer. Pengasuh Pondok Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al-Quran (PSKQ) Muhamad Assiry Jasiri menjelaskan, rintisan ini sebagai upaya memasyarakatkan seni kaligrafi maupun batik. 
Ia mengaku sudah mempelajari teknik pembuatan batik dari proses awal pewarnaan hingga proses akhir menjadi produk batik yang siap dipakai.
Bahkan untuk mendapatkan ilmu cara membatik tanpa menggunakan canting seperti pada umumnya membatik. 

Pengasuh Ponpes PSKQ tersebut mendatangkan pembatik Ansar Basuki Balasik sekaligus pemilik batik Angsoran dari Cilacap
Keseriusan merintis batik kaligrafi kontemporer itu tidak begitu sulit. Apalagi, dalam proses pembatikan itu tidak memakai canting seperti halnya membatik pada umumnya.

Meskipun bernuansa kaligrafi, lukisannya yang dibuat tentu tetap mempertimbangkan prinsip keagamaan agar tidak sampai memunculkan hal-hal yang berbau kontroversial. Kalau ada nuansa tulisan arab hanya berkisar abjad arab

sumber : http://www.rmoljateng.com/read/2019/03/01/17192/Seniman-Kaligrafi-Kudus-Rintis-Pembuatan-Batik-Kaligrafi-Kontemporer-

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply